HEXON


HEXON Vitamnin Oli Mesin

Hexon adalah senyawa anti oksidan yang diambil dari pigment/zat warna tumbuh-tumbuhan yang disebut flavonoid. Flafonioid dikenal memiliki kemampuan antioksidan yang tinggi dan mempunyai fungsi mengurangi dampak reaksi oksidasi. Proses oksidasi oli terjadi karena reaksi panas dan gesekan di dalam mesin dan menghasilkan senyawa asamyang menyebabkan pembentukan kerak, penimbunan lapisan kerak, ketidak stabilan viskositas/keenceran oli, serta penurunan kualitas olikarena perubahan struktur kimia.

HEXON disebut sebagai vitamin oli mesin, karena fungsinya untuk meningkatkanvitalitas/kemampuan oli dalam menetralkanreaksi oksidasi.

HEXON berfungsi untuk menjaga kualitas oli lebih lama bekerja di dalam mesin, tahan panas, stabil, serta mesin menjadi lebih bertenaga.

Hexon merupakan terobosan bioteknologi yang menghasilkan antioksidan untuk oli mesin yang disebut dengan senyawa biotor HEXON.

Manfaat HEXON

- Meningkatkan daya tahan oli mesin

- Meminimalisasi reaksi oksidasi oli

- Menjaga kestabilan viskositas/keenceran oli

- Menjaga kualitas oli lebih awet

- Akselerasi & tenaga mesin lebih bertambah

Aturan Pakai

Tuangkan 10ml HEXON ke dalam bak oli mesin berkapasitas 100-1000cc dan 30ml HEXON untuk mesin berkapasitas 1000-4000cc. Pengisian HEXON lebih baik pada saat penggantian oli baru, untuk meningkatkan kualitas oli mesin HEXON bisa diisikan kapan saja.

TEKNOLOGI PENGIRIT BBM

MENURUT Kepala Analisa dan Optimasi Energi BPPT Edi Himawan, temuan bahan bakar blue energy oleh Joko Suprapto meragukan. Pada dasarnya mobil didesain untuk menggunakan BBM sehingga tidak mungkin 100 persen menggunakan air. ‘’Sesuatu yang mustahil dan menipu,” ungkap Edi menanggapi kesimpangsiuran teknologi blue energy.
 
Namun produk otomotif yang diciptakan khusus untuk menghemat pemakaian bahan bakar minyak (BBM) bukanlah bualan kosong. Menurut pengamat teknologi pengirit BBM, Drs Yunus Sugianto, langkah pengiritan pemakaian BBM bisa dilakukan secara ekstrim maupun dengan menggunakan komponen penghemat BBM yang kini marak di pasar Indonesia. Langkah ekstrim atau tradisional, papar Yunus, dengan cara mengurangi suplai BBM dari karburator ke mesin tanpa menggunakan alat penghemat BBM. Langkah ini tidak efektif karena jumlah BBM untuk menghasilkan dorongan (thrust) pada mesin menurun. Kendaraan tak memiliki cukup tenaga tarikan untuk maju dan suhu mesin pun menjadi lebih panas. Celakanya lagi, mesin sering mati dan lebih cepat rusak.
 
Langkah tradisional lainnya, ungkap Yunus, seperti mengganti jenis BBM (premium, pertamax, dll), mengganti karburator, mengganti kumparan penyalaan (ignition coil) disertai penggantian CDI (capacitor discharge ignition).
 
Lanjut Yunus, ada terobosan elegan di bidang otomotif dengan hadirnya produk pengirit BBM dengan berdasarkan cara kerja fisika dan biologi dalam alur thermodinamika, aerodinamika dan hidrodinamika. Dorongan mesin kendaraan yang besar membutuhkan suplai BBM yang besar pula. Demikian pula perbedaan tingkat konsumsi BBM pada mesin kendaraan tergantung pada kinerja mesin tinggi atau tidak (high performance), tingkat kelajuan kendaraan (speed), tekstur bodi kendaraan dan daya tampungan angkut (load capacity). Dicontohkan, motor gede (moge) Harley Davidson lebih boros BBM ketimbang sepeda motor standar seperti Win dengan power 100 cc.
 
Dijelaskan Yunus, teknologi pengirit BBM umumnya ditempatkan di antara tangki BBM untuk meningkatkan komposisi BBM atau kadar oktan (octan rating) sebelum mengalir ke karburator. Kadar oktan yang maksimal berdampak pada pembakaran BBM yang efektif. Selain hemat BBM, mesin pun awet seperti karburator bersih dan elektroda busi jauh lebih bersih.
 
Yunus menyarankan, konsumen agar berhati-hati memilih produk pengirit BBM. Jangan terlena dengan bahasa iklan atau promosi berlebihan. Misalnya, sebuah produk bisa menghemat BBM lebih dari 50 persen. “Rata-rata tingkat pengiritan berkisar 10 – 30 persen,” ungkap ayah tiga anak itu.
 
Karena itu konsumen harus memperhatikan dampaknya terhadap kinerja mesin seperti mengurangi kadar gas karbon, baik CO2 (karbon dioksida) maupun CO (karbon monoksida), mesin menjadi lebih bersih karena berkurangnya endapan kerak arang dan sekaligus menghasilkan gas buang yg lebih bersih, sehingga knalpot juga lebih bersih. Cermati pula tingkat efisiensi (untuk jangka pendek atau jangka panjang), perbandingan rasional antara biaya yang dikeluarkan (harga) dan nilai investasi yang signifikan (manfaat).
 
Karena itu konsumen harus memperhatikan dampaknya terhadap kinerja mesin seperti mengurangi kadar gas karbon, baik CO2 (karbon dioksida) maupun CO (karbon monoksida), mesin menjadi lebih bersih karena berkurangnya endapan kerak arang dan sekaligus menghasilkan gas buang yg lebih bersih, sehingga knalpot juga lebih bersih. Cermati pula tingkat efisiensi (untuk jangka pendek atau jangka panjang), perbandingan rasional antara biaya yang dikeluarkan (harga) dan nilai investasi yang signifikan (manfaat).